Kamis, 24 Juli 2014

Pantun Nasihat

•    Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
    Suatu jangan ketinggalan

•    Anak perling lompat pergi.
    Singgah mencolok buah hutan.
    Jangan kita kedapatan budi.
    Kelak tentu orang perkataan.

•    Berburu ke padang datar.
    Mendapat rusa belang kaki.
    Berguru kepalang ajar.
    Bagai bunga kembang tak jadi.

•    Buah ganja makan dikikir.
    Dibawa orang dari dulu.
    Barang kerja hedaklah pikir.
    Supaya jangan mendapat malu.

•    Bunga anggrek pohon benalu.
    Buah berangan dari Jawa.
    Kalau cerdik pikir dahulu.
    Jangan diri dapat kecewa.

•    Baik dirahat benang kereta.
    Benang setukal perbuat kain.
    Baik dilihat dengan mata.
    Jangan menyesal hari yang lain.

•    Baik-baik berlayar malam.
    Arus deras karangnya tajam.
    Cari-cari mualim yang paham.
    Di situ banyak kapal tenggelam.

•    Balai selasa, kambang pelangai.
    Ke seberang jalan Inderapura.
    Jaga-jaga pegang perangai.
    Sebarang laku jangan sahaja.

•    Bilakan tumbuh padi di kota.
    Tebanglah betung di seberang.
    Takkan sungguh bagai dikata.
    Engkau juga menanggung seorang.

•    Batang cempedak pohon pedada.
    Buah peria dalam dulang.
    Duduklah dengan mengada-ada.
    Membuat daya kepada orang.

•    Berakit-rakit ke hulu.
    Berenang-renang ketepian.
    Bersakit-sakit dahulu.
    Bersenag-senang kemudian.

•    Datanglah intan dari Banjar.
    Saudagar banyak mendapat laba.
    Semasa kecil masak pengajar.
    Setelah besar akuan tiba.

•    Ganja dibawa dari hulu.
    Elang terbang ke seberang.
    Akhir menyesal kemudian hari.
    Takkan sungguh bagai dikata.

•    Gagak mencotok buah hutan.
    Bunga anggrek pohon benalu.
    Kelak tentu orang perkataan.
    Kalau cerdik pikit dahulu.

•    Haluan menuju ke Berantai.
    Air pasang deras ke barat.
    Jalan malu patut diintai.
    Supaya senang lepas melarat.

•    Ikan belanak masuk ke belat.
    Cempedak lisut jatuh kelopak.
    Ayuhai anak hendaklah ingat.
    Jangan tak ikut pengajaran bapak.

•    Kayu ara pulau bergosong.
    Dang Bela memadat lamat.
    Jangan kata terdorong-dorong.
    Orang dunia banyak hikmat.

Kata-kata termotivasi

•    Kebencian tak merugikan siapapun, tetapi penghinaanlah yang menjatuhkan manusia.

•    Kesalahan menggunung kalau cinta kenipis.

•    Kehormatan dan uang tidak bisa disatukan.

•    Kemauan yang keras dapat mendorong sebuah kereta untuk berjalan.

•    Kalau manusia ingin membunuh harimau, ia menyebutnya olahraga. Kalau harimau ingin membunuhnya, ia menyebutnya keganasan.

•    Kegembiraan dan kepuasan merupakan sumber keindahan dan dapat menjadikan seorang awet muda.

•    Kesadaran baru akan timbul bila seseorang menyadari kalau dia tidak punya tujuan dan tidak tahu harus kemana.

•    Keberanian hanya bisa diuji dalam kelompok minoritas, sedangkan toleransi dalam kelompok mayoritas.

•    Konsekuensi adalah dogma orang-orang yang berpikir sempit.

•    Keindahan terdapat dalam kejujuran.

•    Kita belajar dari penderitaan.

•    Kebahagiaan itu bukan kuda, anda tidak bisa memberinya aba-aba.

•    Kita tidak boleh kehilangan semangat, karena semangat adalah stimulan terkuat untuk mencintai, bereaksi, dan keinginan hidup lebih lama.

•    Kepercayaan adalah saran bagi suatu kepribadian unggul.

•    Kepribadian seseorang dapat pula diukur dari lingkungan pergaulan yang dipilihnya.

•    Kalau kita tidak bisa mencari kedamaian pada diri sendiri, percuma mencarinya di tempat lain.

•    Kalau kita bertahan menghadapi kejahatan, kejahatan akan kabur.

•    Kebenaran itu lebih penting dari pada teman atau lawan.

•    Keberhasilan yang diperoleh dari kegagalan akan bertahan lama.

•    Kemajuan yang berhasil tidak memerlukan alasn, sebaliknya kegagalan selalu minta disembuhkan dan dibenarkan dengan mengemukakan berbagai alasan.

•    Kalau keburukan tidak dibasmi, tidak ada jaminan perbaikan.

•    Jika anda menambah kesulitan-kesultan, maka ia pun mengasah dan menajamkan otak.